Liburan Keluarga yang Mengajarkan Arti Kebersamaan Sebenarnya

Mico Kelana
4 Min Read

Di perjalanan pulang dari taman itu, Bu Rini tiba-tiba nyeletuk, “Kayaknya udah waktunya kita bikin liburan akhir tahun lebih bermakna, deh. Nggak cuma seru-seruan, tapi ada nilainya buat batin.” Semua langsung hening. Bukan karena sedih, tapi karena kita semua… setuju. Kadang kita butuh momen yang nggak cuma bikin galeri HP penuh foto, tapi juga bikin hati penuh ketenangan.

Malam itu, ruang keluarga terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan cuma karena kopi dan roti bakar, tapi karena rencana besar mulai terbentuk. Kami mulai list destinasi liburan akhir tahun. Ada yang usul ke Bali, ada yang pilih Bandung, bahkan ada yang request road trip keliling Jawa. Seru banget ngebayanginnya. Tapi entah kenapa, dalam setiap obrolan, selalu muncul kalimat, “Kayaknya kita butuh sesuatu yang lebih dari sekadar liburan.”

Di situlah ayah membuka laptopnya dan memperlihatkan sebuah itinerary perjalanan ibadah akhir tahun. Bukan paksaan, bukan ajakan yang berat, cuma pertanyaan sederhana: “Gimana kalau tahun ini kita berangkat bersama, bukan cuma ke tempat wisata… tapi ke tempat yang membuat doa kita makin dalam?” Semua terdiam lagi. Tapi kali ini, diam yang penuh perasaan.

Beberapa hari setelah itu, kita tetap membahas destinasi liburan yang fun—waterboom, staycation, safari, theme park, dan lainnya. Biar bagaimanapun, kita tetap keluarga Gen Z yang suka eksplor tempat estetik buat foto keluarga. Tapi keinginan untuk menyisipkan perjalanan yang lebih bermakna semakin kuat setiap hari. Sampai akhirnya kami sepakat: liburan akhir tahun bakal kombinasi antara healing, family time, dan spiritual reset. Rasanya pas banget.

Sambil menyusun itinerary, kami juga cari referensi tentang umroh desember sebagai salah satu opsi perjalanan keluarga. Bukan cuma buat ibadah, tapi juga buat upgrade diri, biar pulang nggak cuma bawa oleh-oleh, tapi juga ketenangan.

Setelah timeline perjalanan mulai kebentuk, grup WhatsApp keluarga langsung rame. Ada yang sibuk nyiapin daftar perlengkapan, ada yang cari info cuaca, ada yang semangat nyusun outfit family tema serba putih. Bayangan tentang akhir tahun yang dulu cuma sebatas liburan biasa, sekarang berubah jadi perjalanan besar yang akan kita ceritakan seumur hidup.

Lalu muncul momen paling menyentuh: adik paling kecil nyeletuk, “Kalau kita berdoa bareng nanti, apa kita boleh minta supaya keluarga kita selalu barengan gini terus?” Semua langsung luluh. Itu momen yang bikin kita sadar… keputusan ini bukan cuma soal liburan atau perjalanan religi, tapi tentang menjaga kebersamaan keluarga selama kita masih punya waktu.

Ketika kami lihat paket perjalanan umroh desember 2026, kami sadar bahwa kebersamaan ini bukan hanya untuk tahun ini, tapi juga bisa direncanakan untuk tahun-tahun berikutnya. Masa depan keluarga ternyata bisa dirancang dari momen kecil seperti membuat wishlist akhir tahun bersama.

Akhirnya, kami semua berkumpul untuk mengunci kesepakatan. Liburan akhir tahun versi keluarga kami adalah perpaduan tempat wisata favorit plus perjalanan yang bikin hati makin dekat — dengan diri sendiri, keluarga, dan Sang Pencipta. Sederhana, tapi terasa besar.

Di ujung Desember nanti, mungkin kita nggak akan pulang dengan koper paling penuh atau feed Instagram paling glamor. Tapi kita yakin, kita akan pulang dengan hati yang lebih kompak dan rasa sayang keluarga yang makin nempel satu sama lain. Karena kadang, cara terbaik untuk memulai tahun baru adalah dengan memastikan hati kita nggak kosong.

Akhir tahun bukan sekadar tentang kalender yang berganti… tapi tentang siapa yang kita pilih untuk tetap digenggam erat dalam hidup.

Follow:
Halo saya Mico Kelana, pemerhati teknologi yang saat ini aktif di kelanaharamain.id, pusathajiumroh.id, pusatumroh.id dan hajifuroda.id
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *